Sabtu, 10 Mei 2014

puisi mantap



KETIKA TERPANGGIL
Daun-daun berguguran
Berbaring diatas bumi
Sesekali bergeser tertiup angin
Lama kupandangangi dalam detik dan jam
            Tampa kusadari sisa air mata
            Yang pernah terkuras banyak
            Juga berguguran
            Jatuh membasahi bumi
Tertatap masa silam
Diantara jendela memori yang menyedihkan
Sebuah perpisahan abadi
Menghadiahkan kesedihan mendalam
            Disana ayahanda berbaring
            Menutup mata, melipat tangan
            Tak lagi ia nikmati udara segar pagi itu
Tak mungkin waktu yang menjadi musuh
Pun usiamu belum senja hingga Tanya menghujani waktu
Mengapakah?
            Bukan kehendakku
             Kehendak-Nyalah
                                                            oleh. Toga muda sagala
                                                            mahasiswa FIB/USU



TEMBANG LAMA
Kembali kubuka lembaran kertas
Yang sedari dulu terlipat dan kusimpan
Dalam lemari using penuh debu
Dan rapuh
            Disana kutulis bukan apa-apa
            Hanya seuntai kalimat sederhana
            Yang mungkin bagimu tak bermakna
            Sudah, tak usah kau perduli
Merenung saja yang kulakukan dari tadi
Mengulas sebuah lubang waktu
Yang hampir tertutup rapat disantap
 oleh usia yang semakin larut
            hingga dadaku tak lagi kekar
            rambutku mulai pudar
            oleh siraman waktu yang menetes
            berpacu dengan detak waktu yang panjang
sudahlah ..
kini tinggal kujalani saja sisa waktu
 yang berputar di sebuah bundaran jalan
 dikeremangan senja
                                    oleh. Toga muda sagala
                                    mahasiswa FIB/USU



MIMPI DISIANG BOLONG
Belum juga selesai kudaki gunung
Yang terpampang didadamu
Lahar dan api telah membakar sekujur
Tubuh dan jiwaku
                        Oleh. Toga muda sagala
                        Mahasiswa FIB/USU

MALAM DIKEGELAPAN
Dan apa lagi yang kau tunggu
Dadaku sudah siap menerima
Tancapan pedang tajam yang lama telah kau asah
Apa susahnya?
Tinggal kau layangkan saja tepat kedadaku
Cepat kau hantarkan jiwaku pada malam dikegelapan
Aku sangat lelah mengintari waktu yang terus saja menjauh
Penat sudah kurasakan berpacu bersama waktu yang sangat panjang
                                    Oleh. Toga muda sagala
                                    Masiswa FIB/USU







KUTULISKAN SAJAK PADAMU
Ingin kutuliskan sebuah sajak padamu
Yang selalu mengukir senyum setiap langkah kecilku bertemu denganmu
Disaat waktu menghendaki dan ikhlas
            Kusapa dan kubalas senyum yang engkau biaskan
            Bersama sinar mentari pagi itu dan aku sungguh terpesona
            Bagaimana tidak?
Hembusan angin pun bangga telah membelai rambut indahmu
Yang berkilauan dibawah sinar mentari
Pagi pun ikut mengikhlaskan kesegarannya untukmu
Burung telah sumbangkan kicauannya tuk hibur jiwaku
            Hingga aku pun ingin hadiahkan sebuah kotak berisi sajak
            Tentang cintaku padamu  yang kubingkai pada untaian kata indah
            Seindah mata yang kau miliki
                                    Oleh. Toga muda sagala
                                    Mahasiswa

Senin, 11 November 2013

puisi kritik sosial



TELAGA AIR MATA RAKYAT

Bangsa ini gemetar
Antri terima siksa
Sukma tak lagi sanggup
Mengepakkan sayap garudaku

Nista, nistaku, nistamu
Makin dalam meraung kencang
Ditepian telaga air mata

Kemudoian rintih bergema
semakin tinggi
hingga kepuncak derita
dihiasi kabut senja gelisah

dewan lalu lakukan sidang
rapat, bicara terus
pidato mantap tersaji
namunrakyat begin-begini terus
menguras air mata
kedalam telaga derita
                                    oleh. Toga muda sagala
                                    mahasiswa FIB.USU

LAMUNAN MALAM
Hanya kopi hangat
Yang selalu setia
Menemani sunyi
Dalam malamku
            Oleh. Toga muda sagala
            Mahasiswa FIB. USU